Minggu, 28 Desember 2014

Manusia Terhormat


Manusia Terhormat

Puisi ini saya buat ketika ada wanita yang sedang jatuh cinta tapi tak tahu apakah cintanya benar-benar murni dan alami. Ini 100 % karya saya. Jangan menjiplak.
By : Febraditya Ayu Sukmarahmadhani



Matahari masih terbit dari timur
Masih ada musim hujan dan musim kemarau
Hembusan nafasku masih tersengal keluar
Mataku juga bisa melihat hijau rerumputan
Apakah aku harus memikirkan kejadian yang membingungkan ini?
Tidak, itu tidak akan terjadi
Aku hanya senang pada tatapan sesaat
Terhasut oleh kilau berlian
Pujian yang membuat berdebar
Senang ketika bertemu
Rindu walau detik telah berlalu 
Aku tidak mau seperti ini

Menganggap kau berlebihan padaku

Ku yang berharap padamu

Aku tidak mau

Tidak

Tidak akan menyakiti relung hatiku lagi

Cukup cinta pertamaku yang hancur

Aku bukan murahan yang suka pria yang banyak memuja

Aku ingin diam saja

Karena aku tak tau bahasa cinta

Tak ingin larut dalam pergaulan anak remaja

Aku hanya ingin ketulusan bukan kerumitan

Aku ingin pujian yang selalu membangun kebahagiaan sampai akhir

Bukan bualan semata

Aku wanita dan wanita adalah mahluk terhormat yang diciptakan oleh Tuhan

Jangan pernah macam-macam pada diriku

Karena Tuhan melihatmu bertingkah

Aku wanita terhormat harus tahu diri

Harus bersikap hormat dan menghormati orang lain

Harus bisa membedakan mana si Pembual dan Si Jujur

Harus bisa merasakan cinta sejati dan bukan nafsu belaka

Merasakan cinta yang penuh kaidah agama

Aku wanita terhormat

Jaga pandangku dan jaga hatiku

Jaga sikapku dan jaga kehormatan yang diberikan Tuhan padaku

Aku akan berusaha mengurangi kesukaanku

Aku tahu akan sulit menghilangkanya bahkan tidak bisa

Jadi menguranginya lebih baik

Aku harus yakin bahwa pujian yang diberikan hanyalah tanda penyemangat

Bukan untuk pacuan hidup bukan untuk dijadikan oksigen bagiku

Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik

Jika aku juga baik

Jadi jaga dirimu dan jadilah dirimu yang terbaik

Karena kau adalah wanita

Mahluk terhormat yang dilindungi oleh Tuhan



Keep Calm Girls :)

Aku tidak ingin berurusan dengan perasaan yang aneh ini. Meski setiap orang berkata ini perasaan yang wajar namun aku merasa bahwa ini perasaan yang aneh, perasaan yang tidak ingin aku untai dan membelahnya  menjadi sesuatu yang lebih terperinci dan mendalam. Aku ingin melarikan diri dari perasaan ini. Aku benci perasaan seperti ini, perasaan dimana aku harus mencintai seseorang namun seseorang itu tidak pernah memikirkanku. Sungguh naas, sungguh hina. Begitulah perasaan yang ada dalam mindsetku. Aku tidak bisa mencintai dengan tulus, aku selalu berharap perasaanku terbalas tapi ketika cinta itu berbalas aku ingin menjauh dari cinta tersebut. Aku memang aneh. Aku bocah yang tidak tahu dengan cinta dan tidak ingin membuat suatu hubungan dengan seseorang pria. Aku ingin menjadi pacarmu tapi akan lebih banyak lagi pertimbangan yang tidak bisa dipikirkan hingga pada akhirnya aku hanya diam saja dan menjauh. Aku hanya baik dalam luarnya saja, aku tidak baik dalam berinteraksi dengan pria. Aku pemalu dan mudah tegang jika aku dekat dengan orang yang aku cintai. Aku tidak punya strategi untuk mendekati pria dan tidak punya strategi agar didekati pria. Aku hanya menginginkanmu tapi aku takut membuat hubungan dengan pria. Aku benci perasaan seperti ini. Kata seseorang kendalikan perasaanmu, bukan perasaan yang mengendalikanmu namun.. aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Aku tidak bisa beristiqamah, aku luntur karena rasa cintaku padamu, Aku ingin memandangmu walau itu perbuatan yang dilarang agamaku. Aku ingin menjadi milikmu walau aku tahu Tuhan melarangku. Aku memang seperti ini, seperti ini wajar bagi setiap manusia tapi aku selalu menghardik dan menyalahkan diriku atas perasaan ini. Tuhan.. apa yang harus aku lakukan jika wanita sepertiku jatuh cinta. Wanita seperti diriku yang tidak mengerti tentang cinta, pacar dan para pria. Wanita yang tidak manis, belum cerdas dan masih belajar. Tuhan.. apa yang harus kulakukan?
Dengan berjalannya waktu, Tuhan menjawab semua. Aku harus mengendalikan perasaan tapi jangan menghapus perasaan karena semakin ingin kau menghapus perasaan semakin muncul perasaan itu pula. Kamu masih buruk, kamu harus memperbaiki dirimu menjadi wanita yang baik, menjadi wanita yang sholehah yang terbaik di dunia dan akhirat.Jadi kau harus menunggu dan menahan perasaanmu. Cinta itu bukan nafsu belaka, cinta itu murni adanya.